Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

AMALAN DI BULAN SYA’BAN, RASAKAN KEMULIAAN MEMASUKI RAMADHAN


Sya’ban dalam bahasa Arab berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung. Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya’ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan, demi mencapai kebaikan. Bulan Sya’ban terletak di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Karena diapit oleh dua bulan mulia ini, maka Sya’ban seringkali dilupakan. Padahal semestinya tidaklah demikian. Dalam bulan Sya’ban terdapat berbagai keutamaan yang menyangkut peningkatan kualitas kehidupan umat Islam, baik sebagai individu maupun dalam lingkup kemasyarakatan. Umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri menjemput datangnya bulan termulia dengan penuh suka cita dan pengharapan anugerah dari Allah SWT, karena telah mulai merasakan suasana kemuliaan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadhan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa (HR Abu Dawud dan Nasa’i). [1]

Bulan Sya’ban merupakan bulan yang dimana kita sebagai ummat Islam mempersiapkan diri dan pemanasan sebelum menghadapi di bulan Ramadhan. Sebagai bulannya Nabi Muhammad SAW, menghadiahkan shalawat di bulan Sya’ban kepada junjungan kita Nabi paling mulia adalah sebuah kewajiban. Dengan meninggikan nama Nabi Muhammad SAW, kita mengikuti perintah Allah yang telah meninggikan nama Muhammad SAW “warafa’na laka dzikrak”. Dengan perbanyak shalawat di bulan pemilik bulan tersebut, kita berharap Nabi Muhammad akan senang dengan kita, Insya Allah kita mendapatkan syafaatnya. Jika Nabi senang, maka Insya Allah, Allah akan meridlai kita [2]

Tiga amalan yang dianjurkan di bulan sya’ban diantaranya :

Memperbanyak Berpuasa di Bulan Sya’ban

Rasulullah SAW pun melakukan puasa di Bulan Sya’ban secara keseluruhan, mulai awal hingga akhir, kemudian disambung berpuasa di Bulan Ramadhan. Pada saat itu, Beliau bersabda :

يَرْفَعُ اللّٰهُ اَعْمَالَ الْعِبَادِ كُلَّهَا فِيْ هٰذَا الشَّهْرِ

“Allah mengangkat semua amal-amal perbuatan hamba-hamba di dalam bula ini (Bulan Sya’ban)”.

Puasa di sini adalah puasa khusus untuk menghormati Bulan Sya’ban. Mayoritas ulama’ sendiri menganggap memperbanyak puasa di Bulan Sya’ban adalah kesunnahan. Ini didasarkan pada salah satu hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Salamah, bahwa Siti Aisyah ra menceritakan kepadanya:

 “Nabi SAW tidaklah berpuasa dalam suatu bulan lebih banyak daripada di Bulan Sya’ban, karena sesungguhnya Beliau berpuasa di Bulan Sya’ban secara keseluruhan”.

- Memperbayak Membaca Istighfar

Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan bahwa istighfar merupakan salah satu amalan utama yang harus dibiasakan umat Islam, terlebih di waktu istimewa seperti malam Nisfu Sya’ban. Hal ini sebagaimana termaktub dalam kitab Ithmi’nânul Qulûb dilansir dari NU Online dalam tulisan berjudul Tiga Amalan Sunnah di malam Nisfu Sya’ban.

“Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan,” sambung Sayyid Alawi. Meskipun Nisfu Sya’ban merupakan malam ampunan, tetapi tidak semua dosa dapat diampuni di malam itu. Ada dosa-dosa kemaksiatan lain yang tidak bisa diampuni dalam malam istimewa itu. Dikutip dari NU Online dalam Dosa-dosa yang Tak Diampuni di Malam Nisfu Sya’ban, dosa-dosa yang dianggap termasuk dalam kelompok dosa yang besar tidak akan diampuni pada malam-malam pengampunan dosa seperti nisfu Sya‘ban dan juga malam-malam pengampunan yang lain. Hal tersebut dituliskan Sayyid Muhammad dalam kitab-kitabnya.[3] 

- Melaksanakan Shalat Sunnah di Malam Nisyfu Sya’ban

Keutamaan pada bulan Sya’ban yang lain adalah di pertengahan bulan yang disebut dengan Nisyfu Syaban. Nisyfu Syaban merupakan hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban, yakni pada 15 Sya’ban.

Pada bulan ini, umat Islam dapat memperbanyak amalan dengan berpuasa dan menunaikan shalat malam. Sebagaimana yang telah diriwayatkan dalam hadits berikut:

Artinya: “Jika tiba malam Nisfu Syaban, maka shalatlah (sunnah) pada malam harinya (malam lima belas) dan berpuasalah (sunnah) pada siang harinya (hari kelima belas).” (HR. Ibnu Majah)

(Redaksi NK/Beragam Sumber)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia