Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
INI DIA CARA DAN LAFAZ NIAT PUASA RAMADHAN
NEWS KONTROVERSI NGAJI RAMADAHAN (BAG 1)
Menjalankan ibadah puasa Ramadhan tidak saja menjalankan rutinitas tahunan untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum maupun berhubungan suami istri disiang hari. Namun segala perbuatan yang mengurangi nilai dari ibadah puasa juga hendaknya dihindari sehingga Ramadhan benar-benar hadir dalam sikap dan prilaku kehidupan sehari-hari seperti keihlasa, pemaaf dan tumbuhnya sikap sosial.
Kesempurnaan puasa ramadhan juga
harus disertai dengan tatacara pelaksanaannya yang sesuai dengan syari’at
misalnya bagaimana cara berniat seperti di kutip dari MUI digital seperti
inilah tata cara niat Ramadhan. Niat merupakan
salah satu rukun yang wajib dilakukan setiap Muslim yang hendak berpuasa.
Adapun tata cara niat puasa, ada sedikit perbedaan antara puasa wajib dan puasa
sunnah. Dalam puasa wajib seperti puasa Ramadhan, qada, dan nazar, seseorang
harus berniat di malam hari sebelum terbit fajar. Berbeda halnya puasa sunnah,
yang lebih longgar, seseorang boleh baru berniat di siang harinya.
Kemudian dalam Mazhab
Syafi’i, niat puasa harus dilakukan setiap hari pada malam Ramadhan. Syekh
Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya, Hasyiyatul Iqna’, menjelaskan sebagai
berikut:
ويشترط لفرض الصوم من
رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه
وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر
الخبر
“Disyaratkan berniat
di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa
nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di
malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat
puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.”
(Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)
Namun menurut Mazhab
Maliki, kita cukup niat puasa untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan.
Sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya, dengan alasan puasa
Ramadhan itu merupakan satu kesatuan ibadah. (Yusuf Al-Qaradlawi, Fiqh
al-Shiyam, hal. 84)
Maka dari itu, sebagai
bentuk kehati-hatian dan antisipasi jika kita lupa atau ketiduran, kita boleh
mengikuti pendapat Imam Malik untuk berniat sebulan penuh.
Kemudian sebagaimana
pendapat Mazhab Syafii, kita juga harus membiasakan diri untuk selalu berniat
puasa di setiap malam bulan Ramadhan. Biasanya ini dilakukan setiap selesai
shalat tarawih atau ketika makan sahur.
Adapun bacaan niat
puasa Ramadhan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ
عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin
‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat
berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini,
karena Allah Ta’ala”
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut
هٰذِهِ السَّنَةِ
فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى وَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ
Nawaitu shauma jami’i
syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat
berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam
Malik, wajib karena Allah Ta’ala.” (Shafira Amalia, ed: Nashih) (red)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...