Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Parpol Ajukan Keberatan Hasil Pleno Tingkat Kabupaten Lombok Barat
GIRI MENANG//NK- Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat Kabupaten Lombok Barat selesai digelar pada jumat (1/3) kemarin. Dari tiga hari pelaksanaan pleno, Bawaslu Kabupaten Lombok Barat sejumlah parpol mengajukan keberatan atas hasil pleno yang sudah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Lombok Barat.
Ketua Bawaslu Lombok Barat Rizal Umami mengatakan dalam pelaksanaan pleno ini, ada sejumlah catatan dan ditemukan, dan sejumlah parpol mengajukan keberatan atas kesalahan yang ditemukan selama pleno. "'Terhadap berbagai temuan yang ditemukan inipun ditanggapi oleh para saksi parpol, dan mereka mengajukan keberatan yang selanjutnya nanti akan diselesaikan." katanya.
Keberatan disampaikan oleh saksi parpol,Bawaslu sangat memahami dan itu adalah bagian dari demokrasi yang tertuang dalam undang undang, ada lima parpol yang mengajukan keberatan." Ada lima parpol yang mengajukan keberatan, " tegasnya.
Untuk keberatan ini, ada mekanisme dalam keberatan itu yang memang harus diakomodir oleh KPU. Jadi dia tidak tanda tangan pun itu adalah harus dihargai dan itu menjadi bagian dari demokrasi yang harus kita hormati pada semua." Parpol yang keberatan mereka tidak mengajukan tandatangan," tegasnya.
Catatan atas temuan yang didapatkan Bawaslu berkaitan dengan ada kesalahan penjumlahan yang dilakukan oleh PPK, dimana jumlah perolehan suara melebihi DPT di salah satu TPS. " Jumlah prolehan suara mencapai 355 padahal satu TPS tidak ada yang melebihi dari 300 pemilih dalam DPT, " paparnya.
Setelah konfirmasi, PPK ini melakukan rekapitulasi manual tidak menggunakan sirekap itu. Karena ada jumlah prolehan suara 355." Itu kan jadi tidak masuk akal karena karena DPT itu enggak boleh melebihi dalam aturannya, itu tidak boleh melebihi dari 300 itu plus 2 persen, " tegasnya.
Bawaslu menemukan hal yang seperti itu dan itu sudah dilakukan perbaikan datanya. Dan ternyata memang data dari saksi juga mengakui itu ada kesalahan. " Saksi parpol membenarkan bahwa kami kok banyak sekali dapatnya gitu tiba tiba dapatnya banyak sementara hasil riilnya itu, " tutupnya. (NK/02/SP)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...